Man
shabara zhafira (من صبر ظفر) Ya.. sebuah pepatah dalam bahasa arab yang
mengandung arti luar biasa, yaitu siapa yang bersabar maka ia akan beruntung.
-------
Maksud tujuan penulisan ini adalah supaya lebih sabar dalam melewati
musibah atau supaya lebih tidak terlalu sering mengaduh pada kekurangan atau
dalam hal yang kurang menyenangkan didalam hati. Karena musibah yang kita alami
sekarang ini ini terhitung kecil jika dibandingkan dengan musibah-musibah yang
terdahulu, Wabah Tho’un.
Memang belum jelas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Wabah Tho’un,
akan tetapi dalam As-Shahih, Imam Muslim
(Radliallaahu ‘anh), meriwayatkan sedikit penggambaran tentang Wabah Tho’un,
beliau meriwayatkan dari Abdulloh bin Maslamah (Abdurrahman Al-Haritsy) sarat
dengan perawinya bahwa Rosul Saw pernah bersabda:
اَلطَّاعُوْنُ
آيَةٌ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ، فَإِذَا
سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوْا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ
بِهَا فَلَا تَفِرُّوْا مِنْهُ
Wabah
Tho’un adalah suatu ayat, tanda kekuasaan Alloh Azza Wajall yang sangat
menyakitkan, yang ditimpakan kepada orang-orang dari hambaNya. Jika kalian
mendengar berita dengan adanya wabah Tho’un, maka jangan sekali-kali memasuki
daerahnya, jika Tho’un telah terjadi pada suatu daerah dan kalian disana, maka
janganlah kalian keluar darinya.
Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam kitabnya Zaadul Ma'aad (IV/37) berkata,
"Tha'un adalah sejenis wabah penyakit. Menurut ahli medis, thaun adalah
pembengkakan kronis dan ganas, sangat panas dan nyeri hingga melewat batas
pembengkakan sehingga kulit yang ada di sekitarnya bisa berubah menjadi hitam,
hijau, atau berwarna buram dan cepat bernanah. Biasanya pembengkakan ini muncul
di tiga tempat: Ketiak, belakang telinga, puncak hidung dan disekitar daging
lunak."
Kemudian ada juga yang mengatakan bahwa Wabah Tho’un itu semacam Wabah
penyakit Kolera yang sangat, hingga tidak ada satu dokterpun yang mampun
menjumpai obat yang mujarab untuk kesembuhannya. Wallahu a’lam
Sekali
lagi, maksud tujuan penulisan ini, supaya lebih sabar dan mendapat pelajaran
bahwa musibah manusia sekarang ini terhitung kecil jika dibandingkan dengan
musibah-musibah yang terdahulu. Kemudian seberapa Wabah Tho’un yang terjadi
terhitung setelah diutusnya Rosul Saw sebagai sebagai Rosululloh Saw. Al-Imam
Nawawi dalam Sarah Muslim menjelaskan panjang lebar tentang Wabah Tho’un ini,
kemudian beliau mengulang pembahasannya lebih Muhtashar (ringkas) satu bab
khusus tentang "Wabah Tho'un" dalam kitabnya Al-Adzkar beliau
meriwayatkan perkataan Abu Hasan Al-Madainy Sbb:
Abu Hasan Al-Madainy berkata: Kejadian besar wabah tha’un yang terkenal
dalam peradapan islam ada lima, pertama: Tha’un Syirawaih, yang terjadi di
Madinah pada masa Rosulullah saw pada tahun ke-Enam Hijriyah. Kemudian, Tha’un
‘Amawas dizaman Umar bin Khatab ra, yang ada di Syam, dalam kejadian itu ada
sekitar 25.000 orang meninggaldunia.
Kemudian, Tha’un yang terjadi pada masa Ibnu Zubair, pada bulan Syawal
pada tahun 69 Hijriyah, kejadian ini
selama tiga hari, pada tiap harinya
orang yang meninggaldunia 7000 oarang, termasuk didalamnya kematian
putra Anas bin Malik sebanyak 83 orang. ada pendapat lain yang mengatakan
sebanya 70 orang. kemudian juga mati pada waktu itu putra Abdurrahman bin Abi
Bakar sebanyak 40 orang.
Kemudian, Tha’un yang terjadi pada bulan Syawal, pada tahun 87 Hijriyah.
Kemudian, Thaun yang terjadi pada tahun 131 Hijriyah pada bulan Rajab, dan
menjadi parah pada bulan Ramadlan. Di
Sikkatul Mirbad, pada tiap harinya terdapat 1000 orang menjadi korban.
Kemudian, di Kufah Tha’un terjadi pada tahun 50 Hijriyah. Dalam kejadian ini,
termasuk meninggalnya Al-Mughirah bin Syu’bah. Demikian ini akhir penjelasan Al-Madaini.
Ibnu Qutaibah, dalam kitabnya Al-Ma’arif dari riwayat Al-Asmu’i juga
menjelaskan hal yang serupa, dikatakan Tha’un Fatayat, karena pada awalnya
menyerang gadis-gadis di Basrah-Baghdad.
Kemudian Wasith, Syam dan Kufah. Dikatakan Tha’un Al-Asyraf, yang
berarti mulia dikarenakan didalamnya yang meninggaldunia orang-orang mulia.
Kemudian tidak menimpa wabah Tha’un di Madinah dan Makkah kecuali hanya sekali
saja.
Semoga
kita termasuk orang-orang yang selalu sabar dalam keadaan apapun. Semoga
bermanfaat.
عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَنَاءُ أُمَّتِى بِالطَّعْنِ وَالطَّاعُونِ ». فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الطَّعْنُ قَدْ عَرَفْنَاهُ فَمَا الطَّاعُونُ قَالَ « وَخْزُ أَعْدَائِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَفِى كُلٍّ شُهَدَاءُ »
ReplyDeleteHR. Ahmad bin Hanbal, Thabrani
Bagus mas Hadi Saiful
Delete