Menggabungkan puasa yang dimaksud,
melaksanakan dua puasa sekaligus, yakni melaksanakan puasa fardlu
(Wajib) seperti qadla puasa ramadlan atau puasa nadzar dengan puasa sunah
seperti puasa Senin-Kamis, puasa ‘Arafah, puasa Dawud dan seterus-nya. Bisajadi
pelaksanaanya dua puasa tersebut sama-sama sunah, seperti menggabungkan puasa
puasa ‘Arafah yang kebetulan bersamaan dengan puasa Senin-Kamis.
Ok,
kita langsung saja ke poin pembahasan!
Dalam literatur Fiqh Syafi’iyah
menggabungkan dua puasa baik puasa fardlu (Wajib) dengan puasa Sunah
atau puasa Sunah dengan puasa sudah masyhur kebolehan-nya. Keterangan-keterangan
yang menunjukkan ini hampir terdapat pada semua kitab-kitab yang menjadi
rujukan dalam bermadhab Syafi’iyah, seperti I’anatuth Thalibin, Fathul Wahab,
Bughyatul Mustarsyidin dan lain seterus-nya.
وفي
الكردي ما نصه: في الاسنى - ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي - الصوم في الايام
المتأكد صومها منصرف إليها، بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ: زاد في الايعاب ومن ثم أفتى
البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا، نواه معه أو لا. وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في
يوم راتبان كعرفة يوم الخميس. انتهي
Dalam kitab Fatawa Al-Kurdy nas yang ditetapkan dalam kitab Asnal
Mathaalib, begitu juga Ulama lain-nya seperti Al-Khatib Asy-Syarbiny dan Imam
Ramli bahwa puasa dihari-hari yang disunahkan pada puasa-puasa tertentu, jika
niat pelaksanaan puasa tertentu dengan (digabungkan) dengan puasa lain-nya maka
puasanya berhasil (Sah kedua-nya)… Dan seterus-nya. Keterangan lebih panjang
dalam kitab Al-I’aab Sarh Al-‘Ubbad Li Ibni Hajar Al-Haitamy dijelaskan fatwa
dari Al-Barazy bahwa jika seseorang puasa dalam puasa sunah (menggabungkan)
puasa qadla atau puasa lain-nya maka puasa-nya sah, baik dia diniatkan
melaksanakan puasa bersamaan atau tidak. Ulama lain-nya menuturkan bahwa
seperti demikian juga jika bertepatan dalam suatu hari dua puasa sunah, seperti
puasa ‘Arafah dan puasa Kamis. I’anatuth Thalibin, II/152
Demikian juga ta’bir yang
terdapat, baik dalam Bughyah atau Fathul Wahab, dan saya kira cukup keterangan
dalam I’anatuth Thalibin diatas mewakili-nya.
No comments:
Post a Comment