Showing posts with label SHALAWAT. Show all posts
Showing posts with label SHALAWAT. Show all posts

Sunday, November 2

KEUTAMAAN SHALAWAT

جاءت امرأة إلى الحسن البصرى رضى الله عنه فقالت : إنه كانت لى ابنة شابة فماتت وأحببت أن أراها فى المنام فجئتك كى تعلمنى ما أستعين به على رؤيتها،
Seorang wanita mendatangi Imam Hasan Al-bashri RA., dan dia berkata : “Aku memiliki seorang Putri yang masih muda belia, Putriku itu sudah meninggal dan Aku ingin mimpi bertemu dengannya. Kali ini Aku mendatangimu agar Engkau mengajariku doa yang hendak Aku gunakan untuk bisa menemuinya dalam mimpi.

فعلمها فرأتها وعليها لباس من قطران، وفى عنقها الغل وفى رجلها القيد، فأخبرت الحسن بذلك فاغتم
Maka Imam Hasan mengajarinya. Singkat cerita, Wanita itu melihat Putrinya dalam mimpi dengan kondisi mengenaskan, dia mengenakan pakaian yang berupa aspal, lehernya di lilit oleh belenggu, dan kakinya di ikat rantai. Selepas dari mimpi tadi, sang wanita langsung memberi kabar kepada Imam Hasan mengenai kondisi Putrinya di alam kubur, mendengar itu Imam hasan turut bersedih.

ومضت مدة ثم رآها الحسن فى الجنة وعلى رأسها تاج فقالت يا حسن أما تعرفنى، أنا ابنة المرأة التى أتتك وقالت لك كذا، فقال لها : ما الذى صيرك إلى ما أرى؟
Selang beberapa hari kemudian, giliran Imam Hasan mimpi bertemu dengan Putri Wanita itu di surga, di atas kepalanya terdapat Mahkota Indah. Putri Wanita itu berkata : “Wahai Hasan, apa Kamu tidak mengenaliku? Aku adalah Putri seorang Wanita yang pernah menghampirimu dan bercerita tentang ini dan itu.”
Imam Hasan berkata : “Apa yang bisa membuat kondisimu berubah menjadi seperti yang Aku lihat kali ini?”

قالت : مر بنا رجل فصلى على النبى صلى الله عليه وسلم مرة، وكان فى المقبرة خمسمائة وخمسون إنساناً فى العذاب فنودى : ارفعوا العذاب عنهم ببركة صلاة هذا الرجل
Putri Wanita itu menjawab : “Pernah seseorang lelaki lewat perkuburan Kami, kemudian dia menyempatkan diri membaca salawat satu kali untuk Nabi Muhammad Saw., di tempat pemakaman kami terdapat 550 penghuni kubur yang di siksa, kemudian terdengar suara mengumandang, “Angkatlah siksa dari semua penghuni kubur itu, dengan berkah dari salawat seorang lelaki ini”.

بفضل صلاة هذا الرجل على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم أصابتهم المغفرة فمن يصلى عليه منذ خمسين سنة أفلا يجد شفاعته يوم القيامة

(Renungan) hanya dengan keutamaan satu salawat seorang lelaki ini, seluruh penghuni kubur pada cerita di atas mendapatkan ampunan. Terus, seorang muslim yang rutin membaca salawat kepada Beliau Saw. semenjak 50 tahun, apa kiranya dia tidak mendapatkan syafaat dari Beliau Saw. kelak di hari kiamat?

Sumber: Kitab Mukasyafatu Al Qulub Lil Ghazali

Friday, October 17

KISAH KEUTAMAAN SHALAWAT

Qiila waqaala, dikatakan Kiai Nawawi Banten, dalam maqalah-nya yang lembut dan penuh kasih-sayang, dalam Kitab Kuning Tanqihul Qaul.
Berkata seorang sufistik ulung, bahwa beliau mempunyai tetangga, yang suka berlebihan dlm kehidupan-nya, malah terkadang suka mabuk²an, dan istrinya berulangkali memerintahkan sembuh dari kemaksiatan, akan tetapi dia tdk menggubris-nya.
Tiba ajal-nya seseorang tersebut datang, seorang sufi bermalam dan menjumpai tetangganya dlm mimpinya dlm keadaan penuh kegirangan, berlimpah ruah kegembiraan di syurga. Beliau katakan:
Apa gerangan amal kamu, wahai tetanggaku? Sehingga mendudukkanmu dalam kemuliaan dikehidupan setelah matimu?

Dia jawab:
Suatu ketika, aku pernah mendatangi majlis dzikir, disana aku mendengar seorang alim berkata:

مَنْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَفَعَ صَوْتَهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ.
Artinya ±: Barangsiapa bershalawat atas Nabi Muhammad Saw, dan mengangkat suara-nya, maka wajib baginya Syurga.

Kemudian, orang alim tersebut meneriakkan bacaan shalawat dengan kencang, dan aku ikut membaca shalawat dengan kencang, kemudian diikuti semua para jamaah dimajelis mulia itu. Maka Alloh Swt Mengampuni semua dosa²-ku dihari itu juga, kemudian kami semua mendapatkan Rahmah Kasih-sayang Alloh Swt.
Lalu, setelah membaca kitab ini saya bacakan shalawat ini, dengan harapan seperti yang dialami, dlm kisah menarik diatas:

HIKMAH TIDAK MENURUTI SYAHWAT

Syaikh Ibrahim bin Adham, termasuk sufi yang nyeleneh. Beliau itu putra mahkota. Akan tetapi beliau salah suatu hari melepaskan atribut k...