Friday, October 17

KISAH KEUTAMAAN SHALAWAT

Qiila waqaala, dikatakan Kiai Nawawi Banten, dalam maqalah-nya yang lembut dan penuh kasih-sayang, dalam Kitab Kuning Tanqihul Qaul.
Berkata seorang sufistik ulung, bahwa beliau mempunyai tetangga, yang suka berlebihan dlm kehidupan-nya, malah terkadang suka mabuk²an, dan istrinya berulangkali memerintahkan sembuh dari kemaksiatan, akan tetapi dia tdk menggubris-nya.
Tiba ajal-nya seseorang tersebut datang, seorang sufi bermalam dan menjumpai tetangganya dlm mimpinya dlm keadaan penuh kegirangan, berlimpah ruah kegembiraan di syurga. Beliau katakan:
Apa gerangan amal kamu, wahai tetanggaku? Sehingga mendudukkanmu dalam kemuliaan dikehidupan setelah matimu?

Dia jawab:
Suatu ketika, aku pernah mendatangi majlis dzikir, disana aku mendengar seorang alim berkata:

مَنْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَرَفَعَ صَوْتَهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ.
Artinya ±: Barangsiapa bershalawat atas Nabi Muhammad Saw, dan mengangkat suara-nya, maka wajib baginya Syurga.

Kemudian, orang alim tersebut meneriakkan bacaan shalawat dengan kencang, dan aku ikut membaca shalawat dengan kencang, kemudian diikuti semua para jamaah dimajelis mulia itu. Maka Alloh Swt Mengampuni semua dosa²-ku dihari itu juga, kemudian kami semua mendapatkan Rahmah Kasih-sayang Alloh Swt.
Lalu, setelah membaca kitab ini saya bacakan shalawat ini, dengan harapan seperti yang dialami, dlm kisah menarik diatas:

No comments:

Post a Comment

HIKMAH TIDAK MENURUTI SYAHWAT

Syaikh Ibrahim bin Adham, termasuk sufi yang nyeleneh. Beliau itu putra mahkota. Akan tetapi beliau salah suatu hari melepaskan atribut k...