Friday, November 14

HIKMAH TIDAK MENURUTI SYAHWAT

Syaikh Ibrahim bin Adham, termasuk sufi yang nyeleneh. Beliau itu putra mahkota. Akan tetapi beliau salah suatu hari melepaskan atribut kerajaan-nya, hartanya diberikan kepada fakir miskin. Kemudian kerajaanya di serahkan pada patih kerajaan. Kemudian dia berkumpul dengan waliyullah Sufyan At-Tsauri.
Beliau berkata: Tidak akan mendapatkan derajat orang sufi. Kecuali melewati enam aqabah (jalan rumpil yang terletak dipinggir gunung).

1.       Mengunci, pintu-nya kemulyaan, dan membuka pintu kerendahan.
2.      Mengunci, pintu kenikmatan, dan membuka pintu kesulitan.
3.      Menguci, pintu istirahat, dan membuka pintu kepayahan.
4.     Menguci, pintu-nya tidur, dan membuka pintu-nya sadar.
5.      Mengunci, pintu-nya kaya dan membuka pintu kefakiran.
6.      Menguci, pintu-nya angan-angan, dan membuka pintu-nya persiapan setelah mati.
 Berkata Ibrahim Al Khawas, aku berada digunung lattam, aku melihat rumman (delima) yang membuatku syahwat (keinginan yang sangat) untuk memakan-nya , aku mendekati rumman, aku mengambil salah satu diantara-nya, kemudian membelah-nya, akan tetapi rumman tersebut masam. Kemudian aku meninggalkannya, setelah itu aku pergi meninggalkan rumman tersebut. Lalu aku menjumpai seorang gembel, tubuhnya yang sakit sampai dipenuhi belatung.
Aku ucapkan kepadanya, “Assalamu’alaikum”
Dia menjawab “Wa’alaikumussalam.. wahai ibrahim”.
Aku bertanya kepada-nya “Bagaimana kamu mengenalku”.
Man ‘arafa allah, lam yakhfa sya’un. jawab-nya!
Barangsiapa yang kenal dengan Alloh, maka tidak ada yang samar sedikit-pun.
Aku berkata: Aku melihatmu pada suasana ketuhanan bersama Alloh. Jika kamu memohon kepada Alloh, supaya menjaga Alloh, dari belatung-belatung itu.
Dia menjawab: kamu ini aneh, Aku melihat-mu dalam suasana ketuhanan bersama Alloh, mbok ya kamu memohon kepada Alloh, supaya  Alloh menjagamu dari syahwat-nya rumman. Karena sesungguhnya syahwat-nya rumman, seseorang akan menerima kekecewan yang mendalam kelak diakhirah. Dan sesungguhnya gigitan belatung hanya saya terima didunia saja.

Dan Berkata Syaikh Sirri As Saqathi berkata, sesungguhnya nafsuku menuntutku. Selama tiga puluh tahun, atau mungkin empat puluh tahun. Permintaannya supaya menyelupkan garpu pada manisan anggur. Maka aku tidak menuruti memakannya.

Ibrahim Al Khawwas ini, orang elit dalam tatanan menata hati, memutuskan syahwat. Tentunya terhitung cacat jika mengikuti syahwat (keinginan), meskipun hanya memakan rumman (delima). Seorang hamba tidak selayaknya putus asa dalam mencegah menuruti syahwat (keinginan). Setidaknya memakan apapun tidak didasarkan pada nafsu, syahwat.







No comments:

Post a Comment

HIKMAH TIDAK MENURUTI SYAHWAT

Syaikh Ibrahim bin Adham, termasuk sufi yang nyeleneh. Beliau itu putra mahkota. Akan tetapi beliau salah suatu hari melepaskan atribut k...